Jasa Pembuatan Modul Ajar Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) SD, SMP, SMA
Hallo sobat pendidik, pada kesempatan kali ini kami akan berbagi jasa pembuatan modul ajar deep learning (pembelajaran mendalam) SD, SMP, SMA. Modul yang kami rancang sudah disesuaikan dengan format pembelajaran mendalam (deep learning).
Modul ajar deep learning merupakan langkah progresif yang berfokus untuk perkembangan peserta didik dalam kemampuan berkolaborasi, pendekatan guru, pemahaman mendalam terhadap materi pelajaran. Pembelajaran mendalam sesuai dengan pendidikan inklusi, terkhusus jika menerapkan dalam sebuah grup kecil.
Konsep dari modul ajar deep learning dalam konteks pendidikan dikaitkan dengan penyediaan pengalaman belajar serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pemahaman peserta didik yang menstimulasi keterampilan berpikir tingkat tinggi serta mengaplikasikan pengetahuan pada konteks dunia nyata.
Prinsip Dalam Modul Ajar Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)
Dalam modul ajar deep learning ini selalu dikaitkan dengan pemahaman dan aplikasi pengetahuan pada berbagai konteks. Modul ajar deep learning menerapkan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, serta menggembirakan.
a. Berkesadaran . Prinsip dari berkesadaran, maksudnya yakni tidak melibatkan pemahaman informasi, namun juga bagaimana individu terlibat sepenuhnya baik secara mental maupun fisik dalam proses pembelajaran, membuka diri untuk pengalaman baru serta berpikir dengan cara yang lebih terbuka dan fleksibel.
b. Bermakna. Sebuah pembelajaran dikatakan bermakna apabila peserta didik dapat mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang pada akhirnya membentuk pemahaman yang mendalam terhadap sebuah konsep. Pembelajaran mendalam memiliki prinsip pembelajaran bermakna karena mengutamakan pemahaman materi secara menyeluruh.
c. Menggembirakan. Pembelajaran dikatakan menggembirakan apabila fokus pada emosi yang positif yang memiliki hubungan dengan proses pembelajaran termasuk rasa ingin tahu, semangat serta motivasi. Melalui pembelajaran mendalam ini mempercepat rasa nyaman karena memberikan tantangan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ide-ide kompleks.
Dimensi Dalam Modul Ajar Deep Learning
Membuat modul ajar deep learning hendaknya harus paham dahulu mengenai dimensi profil lulusannya. Sedikit berbeda dengan dimensi profil pelajar pancasila.
- Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME . Dimensi ini menunjukkan individu yang mempunyai keyakinan teguh pada keberadaan Tuhan serta mengimplementasikan nilai-nilai spritual dalam kehidupan sehari-hari. Dimensi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pengetahuan, moralitas, dan hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan sekitar.
- Kewargaan . Dalam hal ini menunjukkan individu yang memiliki rasa cinta tanah air, menaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, serta tanggung jawab sosial dan juga memiliki komitmen dalam menyelesaikan masalah nyata.
- Penalaran Kritis. Dimana peserta didik mampu berpikir dengan logis, analitis, serta reflektif dalam memahami, mengevaluasi, dan melakukan proses informasi.
- Kreativitas. Peserta didik mampu berpikir dengan inovatif, fleksibel dan juga orisinil untuk mengelolah ide dan informasi dalam menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat.
- Kolaborasi. Yakni mampu bekerja sama secara aktif dengan orang lain untuk menggapai sebuah tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab.
- Kemandirian. Mampu bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, serta menyelesaikan tugas dengan tepat tanpa bergantung pada orang lain.
- Kesehatan. Peserta didik sehat secara jasmani sebagai individu yang menjalankan kebiasaaan hidup sehat, dimana memiliki fisik yang prima, bugar, sehat dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik.
- Komunikasi. Kemampuan dalam menyampaikan ide, gagasan, serta informasi yang jelas serta berinteraksi dengan efektif pada berbagai situasi.
Perencanaan Modul Ajar Deep Learning
1) Identifikasi
- Peserta didik : Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar, seperti pengetahuan awal, minat, latar belakang, dan kebutuhan belajar, serta aspek lainnya
- Materi Pelajaran: Tuliskan analisis materi pelajaran seperti jenis pengetahuan yang akan dicapai, relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik, tingkat kesulitan, struktur materi, serta integrasi nilai dan karakter, dan lainnya.
- Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran.
2) Desain Pembelajaran
- Capaian Pembelajaran : Tuliskan capaian pembelajaran sesuai fase
- Lintas Disiplin Ilmu : Tuliskan disiplin ilmu dan/atau mata pelajaran yang relevan
- Tujuan Pembelajaran : Merupakan pernyataan yang merumuskan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu proses pembelajaran. Tujuan ini mencakup aspek utama, yaitu subjek belajar, pengetahuan keterampilan atau sikap yang harus dikuasai dengan kata kerja operasional yang terukur, kondisi atau konteks peserta didik mendemonstrasikan kompetensinya, serta tingkat pencapaian yang menjadi indikator keberhasilan. Jika lebih dari satu pertemuan maka tuliskan tujuan pembelajaran setiap pertemuannya.
- Topik Pembelajaran: Tuliskan topik pembelajaran yang relevan dengan capaian dan tujuan pembelajaran.
- Praktik Pedagogis: Model/Strategi/Metode yang ditentukan oleh guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Contoh: pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya.
- Kemitraan Pembelajaran: Mitra kerjasama untuk berkolaborasi dan berperan dalam pembelajaran (lingkungan sekolah, lingkungan luar sekolah, masyarakat). Misalnya guru bidang studi lain, peserta didik lain, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional.
- Lingkungan Pembelajaran: Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Contoh: lingkungan sekolah, Learning Management System , dukungan guru untuk meningkatkan keaktifan peserta didik.
- Pemanfaatan Digital: Pemanfaatan teknologi digital menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: perpustakaan digital, forum diskusi daring, dan penilaian daring.
3) Pengalaman Belajar
- AWAL (Pembuka dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran. Kegiatan dalam tahap ini meliputi orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan motivasi yang menggembirakan).
- INTI (Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan).
- Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan).
- Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan).
- Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan).
- PENUTUP (Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya).
4) Asesmen Pembelajaran
Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.
- Asesmen pada Awal Pembelajaran
- Asesmen pada Proses Pembelajaran
- Asesmen pada Akhir Pembelajaran
Contoh Modul Ajar Deep Learning
1) Identifikasi Peserta Didik
Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang bervariasi mengenai isu-isu lingkungan, perlu memiliki kesadaran perannya terhadap keseimbangan ekosistem, menunjukkan minat tinggi dalam kegiatan berbasis proyek.
2) Identifikasi Materi Pelajaran
Materi ekosistem dapat mencakup pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Materi ini dirancang relevan dengan kehidupan nyata, seperti memahami dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem sungai, serta aplikatif melalui kegiatan seperti proyek pengelolaan sampah.
3) Dimensi Profil Lulusan
- kreativitas
- kolaborasi
- komunikasi
- penalaran kritis
4) Capaian Pembelajaran
Peserta didik menyelidiki bagaimana hubungan saling ketergantungan antar komponen biotik-abiotik dapat memengaruhi kestabilan suatu ekosistem di lingkungan sekitarnya.
5) Topik Pembelajaran
Peran Manusia dalam Menjaga Ekosistem
6) Tujuan Pembelajaran
- Memahami pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem
- Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem
- Melaksanakan proyek kreatif berbasis solusi lingkungan untuk mencegah pencemaran pada ekosistem
7) Praktik Pedagogis
- Pembelajaran Berbasis Proyek
- Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi
8) Mitra Pembelajaran
- Komunitas Peduli Ciliwung KPC
- Pengelola Bank Sampah Sungai Ciliwung
- Masyarakat Sekitar Sungai Ciliwung
9) Lingkungan Pembelajaran
- Ruang Fisik: lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung
- Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan teman
- Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin tahu
10) Pemanfaatan Digital
- Perencanaan: LMS
- Pelaksanaan: pertemuan daring, video, perpustakaan daring
- Asesmen: asesmen daring
11) Langkah-langkah Pembelajaran
Awal (Berkesadaran, Bermakna)
- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif
- Guru menerapkan teknik permainan pemusatan konsentrasi
- Guru memulai dengan video singkat perbedaan kondisi sungai yang bersih dan tercemar
- Guru memberikan pertanyaan pemantik “Bagaimana kondisi makhluk hidup pada kedua sungai tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati peserta didik
- Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada websites tentang Sungai Ciliwung yang Tercemar
- Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk menumbuhkan kesadaran pencemaran sungai akibat sampah sehingga berdampak pada kondisi makhluk hidup di sungai
- “Apa penyebab terjadinya pencemaran sungai?ˮ
- “Apakah sungai yang tercemar mempengaruhi kondisi makhluk hidup di sana?ˮ
- Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran peserta didik
- “Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan sungai kita?”
Inti (Bermakna, Menggembirakan)
- Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi pada buku, e-book, artikel, dan websites melalui internet tentang keanekaragaman hayati dan ekosistem sungai
- a. Apa definisi ekosistem?
- b. Apa saja macam-macam ekosistem?
- c. Apa definisi keanekaragaman hayati?
- d. Mengapa keanekaragaman hayati penting bagi kelangsungan ekosistem?
- e. Apakah aktivitas manusia mempengaruhi kelangsungan ekosistem sungai?
- Membuat peta konsep tentang ekosistem, keanekaragaman hayati, dan kelangsungan ekosistem sungai
- Peserta didik melakukan kunjungan lapangan ke Sungai Ciliwung untuk mengidentifikasi masalah kelangsungan ekosistem sungai.
- Peserta didik melakukan interview dengan masyarakat di sekitar sungai ciliwung
- Peserta didik menyimak penjelasan dari Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah
- Guru dan narasumber menumbuhkan kesadaran kepada Peserta didik tercemarnya sungai akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik
- Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui zoom dan guru pendamping untuk merancang proyek pengelolaan sampah
- Peserta didik mengembangkan proyek pengelolaan sampah di sekolah contohnya: membuat tempat sampah berdasarkan jenisnya, ecobrick, 3R, bank sampah, dan sebagainya (dilakukan diferensiasi produk/ide).
12) Asesmen Pembelajaran
- Asesmen pada Awal Pembelajaran : Kuis singkat pengetahuan awal tentang ekosistem dan hubungannya dengan aktivitas manusia.
- Asesmen pada Proses Pembelajaran : Peta konsep, presentasi, asesmen proyek pengelolaan sampah.
- Asesmen pada Akhir Pembelajaran : Jurnal reflektif, tes tertulis.
Penutup
Dikami sudah tersedia jasa modul ajar deep learning (pembelajaran mendalam) baik ditingkatan SD, SMP, SMA ,SMK. Dan juga tersedia untuk semua mapel seperti matematika, ipas, seni budaya, informatika, ppkn, bahasa indonesia, bahasa inggris dan mapel lainnya. Untuk mendapatkan modul ajar deep learning bisa menghubungi kami melalui WA atau kontak kami. Terima kasih.



