Modul Ajar Deep Learning Projek IPAS Kelas 10 SMK

deep learning projek ipas

Hallo sobat pendidik, kita ketemu lagi. Pada kesempatan kali ini, saya sebagai admin calon pendidik akan membagikan modul ajar deep learning Projek IPAS kelas 10 SMK yang saya buat sendiri. Modul ajar deep learning projek ipas ini dibuat sesuai dengan CP (Capaian Pembelajaran) terbaru 2025.

Modul Ajar Deep Learning untuk Projek IPAS Kelas 10 SMK dirancang sebagai panduan pembelajaran modern yang menghubungkan peserta didik dengan perkembangan teknologi masa kini. Pembelajaran ini menekankan pemahaman konsep kecerdasan buatan, terutama deep learning, melalui kegiatan berbasis proyek yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah secara mandiri.

Dengan pendekatan yang terstruktur, modul ini membantu guru menyajikan materi yang relevan sekaligus memberi pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi peserta didik di jurusan apa pun.

Capaian Pembelajaran (CP) Projek IPAS Terbaru

Berikut parafrase tanpa menggunakan kata yang sama namun tetap mempertahankan makna:

Elemen dalam mata pelajaran modul ajar deep learning projek IPAS mencakup kemampuan memahami berbagai peristiwa melalui sudut pandang ilmiah, merancang proses penyelidikan yang sistematis, serta menganalisis data dan temuan secara objektif. Seluruh komponen tersebut berlandaskan pada prinsip sains dan pendekatan pembelajaran berbasis proyek.

Dalam implementasinya, modul ajar deep learning projek IPAS menyajikan elemen-elemen tersebut dalam satu rangkaian proyek yang terdiri dari beberapa aspek, disesuaikan dengan cakupan materi, porsi pembelajaran, serta karakter khas setiap bidang keahlian.

Aspek dan deskripsi modul ajar deep learning projek IPAS adalah sebagai berikut.

Aspek Deskripsi
Makhluk Hidup dan LingkungannyaMeliputi keterkaitan antara makhluk hidup yang terdiri dari manusia, tumbuhan dan hewan yang saling bergantung kepada lingkungannya baik berupa tanah, air, maupun energi. Hubungan makhluk hidup dan lingkungannya dapat digambarkan sebagai individu – populasi – komunitas – ekosistem – biosfer, pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup yang menempati bumi. Pada aspek ini juga menyajikan materi terkait keragaman hayati,
keseimbangan alam beserta dampaknya seperti : perubahan iklim,
cuaca, dan musim. Selain itu juga terdapat materi kebumian terkait struktur dan interior bumi seperti susunan lapisan batuan (litosfer), lapisan perairan (hidrosfer), dan lapisan udara (atmosfer).
Zat dan PerubahannyaMeliputi jenis dan sifat zat yang dibedakan secara kimia dan fisika, ciri-ciri dari perubahan zat secara fisika, kimia, dan biologi, serta unsur senyawa campuran. Berbagai jenis zat dapat dibedakan dari sifat dan perubahannya secara fisika dan kimia. Zat yang dapat tersusun atas unsur, senyawa dan campuran, dalam kehidupan sehari-hari dapat ditinjau secara perspektif ekonomi kreatif dan sosial.
Energi dan PerubahannyaMeliputi dasar-dasar besaran dan pengukuran serta energi dan perubahannya berkaitan dengan segala sesuatu yang mampu membuat sebuah benda untuk melakukan sebuah usaha dan bentuk. Energi dan perubahannya mencakup perubahan energi kimia, listrik, panas dan
mekanik serta energi terbarukan.
Keruangan dan Konektivitas Antarruang dan AntarwaktuMeliputi pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam dalam konteks lokal, regional, nasional, hingga global. Aspek ini meliputi kondisi geografis Indonesia seperti kependudukan, mitigasi dan adaptasi bencana, pengembangan wilayah, tata ruang, dan revolusi industri, termasuk potensi sumber daya alam, pemetaan bumi sebagai ruang hidup dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi, dan politik. Aspek ini juga
mengasah kemampuan berpikir kritis, memahami efek sebab dan akibat yang ditimbulkan dari kondisi sosial dan lingkungan alam tersebut
Interaksi, Komunikasi, Sosialisasi, Institusi Sosial, dan Dinamika Sosial Meliputi pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda, serta mempelajari dan menjalankan peran sebagai warga Indonesia dan bagian dari warga dunia. Aspek ini juga mempelajari interaksi dan institusi sosial, peluang dan tantangannya, dinamika/problematika sosial, serta faktor penyebab dan solusinya untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi kemaslahatan manusia dan lingkungan sekitarnya.
Perilaku Ekonomi dan KesejahteraanMeliputi peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama, faktor-faktor penyebab kelangkaan, permintaan, penawaran, harga pasar, bentuk-bentuk pasar, serta inflasi, peran lembaga keuangan, nilai, serta fungsi uang konvensional dan digital, pengelolaan, sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran keuangan keluarga, perusahaan serta negara, dan hak serta kewajiban dalam jasa keuangan. Aspek ini menjadi salah satu ruang berlatih bagi murid untuk memberikan kontribusi pada masyarakat, memenuhi kebutuhan hidup di tingkat lokal namun dalam perspektif global.

Pada pembelajaran modul ajar deep learning projek IPAS, murid tidak hanya memahami konten, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, bermakna, dan menggembirakan, berdasarkan dimensi profil lulusan (keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan dan komunikasi) sehingga murid nantinya mampu berperan dalam masyarakat.

Baca Juga  Analisis Keterampilan Proses Sains Melalui Model Guided Discovery Berbantuan Simulasi Multimedia PhET

Penilaian kinerja pada pembelajaran modul ajar deep learning projek IPAS dapat dilakukan secara individual atau kelompok dengan
memperhitungkan proses dan kualitas yang dihasilkan dari projek, kedalaman pemahaman konten yang ditunjukkan, dan kontribusi yang diberikan. Selain itu murid dapat merefleksikan ide dan pendapat mereka sendiri, membuat keputusan yang mempengaruhi hasil projek dan proses pembelajaran secara
umum, dan mempresentasikan hasil akhir produk.

Modul Ajar Deep Learning Projek IPAS

Identitas Modul

  • Satuan Pendidikan   : SMKN
  • Nama Penyusun        : Calonpendidik
  • Mata Pelajaran         : Proyek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
  • Fase/Kelas                 : E/X
  • Semester                    : Ganjil
  • Alokasi Waktu          : 10 Pertemuan (10 x 45 menit)
  • Topik                          : Makhluk Hidup dan Lingkungannya
  • Subtopik                    : Ciri-ciri makhluk hidup, lingkungan hidup, interaksi antarkomponen ekosistem, pencemaran lingkungan.

Identifikasi Kesiapan Peserta Didik

  • Pengetahuan Awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang makhluk hidup dan lingkungan dari tingkat SMP/MTs.
  • Minat: Peserta didik memiliki minat beragam, termasuk yang tertarik dengan isu lingkungan, konservasi alam, atau teknologi.
  • Latar Belakang & Kebutuhan Belajar:
    • Visual: Peserta didik yang belajar secara visual akan difasilitasi dengan penggunaan poster, video, infografis, dan diagram.
    • Auditori: Peserta didik yang belajar secara auditori akan difasilitasi dengan diskusi kelompok dan presentasi.
    • Kinestetik: Peserta didik yang belajar secara kinestetik akan difasilitasi melalui kegiatan pengamatan langsung di luar kelas.

Karakteristik Materi Pelajaran

  • Jenis Pengetahuan: Konseptual dan faktual.
  • Relevansi: Materi ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, membantu peserta didik memahami perannya dalam menjaga lingkungan.
  • Tingkat Kesulitan: Sedang. Konsep dasar mudah dipahami, namun analisis interaksi dan pencemaran memerlukan pemikiran kritis.
  • Struktur Materi: Berjenjang, mulai dari identifikasi sederhana hingga analisis kompleks.
  • Integrasi Nilai & Karakter: Gotong royong, peduli lingkungan, mandiri, dan bernalar kritis.
Baca Juga  Penjelasan Public Relations : Pengertian, Tugas, Fungsi dan Keahlian

Dimensi Profil Lulusan

  • Berkebinekaan Global: Menghargai dan memahami interaksi budaya dengan lingkungan.
  • Gotong Royong: Mengerjakan proyek kelompok secara kolaboratif.
  • Mandiri: Bertanggung jawab atas proses dan hasil belajar.
  • Bernalar Kritis: Menganalisis masalah lingkungan dan menemukan solusi.
  • Kreatif: Membuat poster dan media presentasi yang inovatif.

Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup berdasarkan pengamatan langsung di lingkungan sekitar.
  2. Mengidentifikasi peran makhluk hidup (produsen, konsumen, pengurai) dalam ekosistem.
  3. Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup (abiotik dan biotik) berdasarkan pengamatan di lingkungan sekitar, termasuk bengkel kerja.
  4. Mengidentifikasi interaksi antarkomponen makhluk hidup (misalnya, rantai makanan, simbiosis) melalui pengamatan sederhana.
  5. Menganalisis jenis-jenis pencemaran lingkungan berdasarkan pengamatan sederhana.

Kerangka Pembelajaran

  • Model Pembelajaran: Deep Learning
  • Strategi Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)
  • Metode Pembelajaran: Diskusi, pengamatan, wawancara, dan presentasi.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan 1-2: Ciri-Ciri Makhluk Hidup & Komponen Lingkungan

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)

  1. Pembukaan & Ice Breaking: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan melakukan ice breaking terkait alam (misalnya, “tebak suara hewan”).
  2. Apersepsi: Tanya jawab mengenai definisi makhluk hidup.
  3. Asesmen Diagnostik (non-kognitif): Guru menanyakan perasaan peserta didik dan harapan mereka terhadap pembelajaran ini.
  4. Motivasi & Tujuan: Guru menjelaskan manfaat materi dan tujuan pembelajaran hari ini.

Kegiatan Inti (70 menit)

  1. Memahami: Guru menjelaskan materi tentang ciri-ciri makhluk hidup dan komponen biotik/abiotik.
  2. Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok (3-4 orang) melakukan “Ekspedisi Mikro” di sekitar sekolah.
  3. Merefleksi: Peserta didik mencatat temuan mereka di LKPD, berdiskusi, dan membuat ringkasan temuan.

Kegiatan Penutup (5 menit)

  1. Umpan Balik: Tanya jawab singkat tentang apa yang paling menarik dari pengamatan hari ini.
  2. Kesimpulan: Guru mengajak peserta didik merangkum ciri-ciri makhluk hidup dan komponen lingkungan.
  3. Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan instruksi untuk pengamatan di lingkungan bengkel kerja pada pertemuan berikutnya.

Asesmen Penilaian

  • Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik):
    • Non-Kognitif: Mengamati ekspresi dan respons peserta didik terhadap pertanyaan awal.
    • Kognitif: Tanya jawab lisan dan singkat di awal setiap pertemuan.
  • Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif):
    • LKPD: Penilaian LKPD pada setiap aktivitas.
    • Observasi: Penilaian sikap selama diskusi dan kerja kelompok (berdasarkan rubrik).
    • Jurnal Belajar: Peserta didik membuat catatan refleksi di buku harian.
  • Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif):
    • Penilaian Proyek: Rubrik penilaian untuk proyek akhir.
    • Tes Tulis: Soal-soal esai dan pilihan ganda untuk mengukur pemahaman konsep.

Penutup

Dengan tersusunnya modul ajar deep learning projek IPAS ini, diharapkan guru dapat lebih mudah mengelola pembelajaran yang menarik serta bermakna, sementara peserta didik terdorong untuk terus mengeksplorasi teknologi digital secara kreatif dan bertanggung jawab. modul ajar deep learning projek IPAS ini bukan hanya menjadi panduan, tetapi juga pijakan untuk menumbuhkan generasi yang siap bersaing dalam era transformasi teknologi. Semoga modul ajar deep learning projek IPAS ini memberikan manfaat dan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran di masa depan. Untuk mendapatkan yang lengkap bisa menghubungi kontak kami.

Scroll to Top