Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)

Calonpendidik.com – Model pembelajaran penemuan (discovery learning). Model ini lebih mengarah student center atau lebih mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran.

Pengertian Model Pembelajaran Penemuan

Pembelajaran penemuan (Discovery Learning) adalah bagian dari pendekatan konstruktivis, dimana peserta didik secara aktif menemukan sendiri konsep pembelajaran. Model ini merupakan salah satu model yang ada dikurikulum 2013.

Wilcolx dalam Nur (2000) mengatakan bahwa model pembelajaran penemuan, peserta didik didorong untuk aktif dalam pembelajaran dengan keterlibatan mereka dalam menemukan konsep, prinsip, dan guru mendorong peserta didik untuk memiliki pengalaman dan melakukan suatu percobaan.

Model pembelajaran penemuan (dicovery learning) pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan model inkuiri (inquiry), namun ada sedikit perbedaan dimana masalah yang diberikan kepada peserta didik merupakan masalah rekayasa guru, sehingga peserta didik tidak perlu mengerahkan seluruh pikiran untuk menemukan pemecahan masalah yang diberikan.

Pembelajaran penemuan ini juga memiliki kaitan dengan pembelajaran berbasis masalah. Dimana guru menuntut peserta didik untuk terlibat secara aktif, serta peserta didik menemukan pengetahuan mereka sendiri. Namun berbeda pada beberapa hal penting.

Pembelajaran penemuan didasarkan pertanyaan berdasarkan disiplin ilmu, dan penyelidikan dibawah bimbingan guru. Berbeda dengan pembelajaran berbasis masalah dimulai dengan masalah dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, serta pemecahannya dengan penyelidikan antardisplin (Arends,1997).

Jenis-Jenis Model Pembelajaran Penemuan

Penemuan Bebas (Free Discovery)

Pembelajaran penemuan ini dimana peserta didik menjadi pusat dalam proses pembelajaran. Peserta didik yang menentukan tujuan dan pengalaman belajar yang diinginkan, guru hanya memberi masalah. Peserta didik mencari informasi yang berkaitan dengan masalah untuk menarik sebuah kesimpulan. Model ini hampir tidak mendapatkan bimbingan dari guru.

Penemuan Terbimbing (Guided Discovery)

Pembelajaran penemuan ini dalam pelaksanaannya, dimana guru mengarahkan atau memberi petunjuk kepada peserta didik tentang materi yang akan dipelajari. Peserta didik diharapkan bisa menemukan pola-pola atau struktur melalui sederetan pengalaman belajar. Arahan yang diberikan guru berupa petunjuk, pertanyaan, dialog, maupun generalisasi sesuai keinginan guru. Mulai dari peserta didik melakukan observasi sampai dengan eksperimen dan hasil penemuan semua dilakukan peserta didik dibawah bimbingan dan arahan guru.

Penemuan Dimodifikasi (Modified Discovery)

Pembelajaran penemuan ini, masalah yang diajukan guru kepada peserta didik didasarkan pada teori yang sudah dipahami oleh peserta didik dalam melakukan penyelidikan untuk membuktikan kebenaran teori tersebut.

Sintaks

Adapun sintaks atau tahapan pelaksanaan model pembelajaran penemuan ini menurut Syah (2010), yaitu:

FaseAktivitas Guru dan Peserta Didik
Fase 1
Stimulation (Stimulasi atau Pemberian Rangsangan)
Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, maupun aktivitas belajar lainnya.
Fase 2
Problem Statement (Identifikasi Masalah)
Peserta didik mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang masih relevan dengan pelajaran, lalu salah satunya dipilih kemudian dirumuskan menjadi hipotesis (jawaban yang bersifat sementara)
Fase 3
Data Collection (Pengumpulan Data)
Guru memberi kesempatan kepada peserta didik dalam mengumpulkan informasi sebanyak mungkin yang relevan untuk membuktikan hipotesis
Fase 4
Data Processing (Pengolahan Data)
Peserta didik mengolah data dan informasi yang mereka peroleh baik itu melalui wawancara, observasi, dan lain sebagainya.
Fase 5
Verification (Pembuktian)
Peserta didik melakukan pemeriksaan dengan cermat untuk membuktikan hipotesis, dengan menghubungkan hasil data processing.
Fase 6
Generalization (Generalisasi)
Menarik kesimpulan sebagai prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian maupun masalah yang sama.

Kelebihan dan Kelemahan

Kelebihan dan kelemahan Model Pembelajaran Penemuan menurut Suhana (2014), yaitu sebagai berikut:

Kelebihan

  1. Menambah kepercayaan diri peserta didik dimana mereka menemukan sendiri, karena pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan peran guru yang bisa dibilang sangat terbatas.
  2. Peserta didik memperoleh pengetahuan dengan menemukan sendiri sehingga dapat mereka mengerti dan mengendap dalam pikirannya untuk waktu yang lama.
  3. Meningkatkan motivasi dan kemauan belajar peserta didik.
  4. Memberikan peluang kepada peserta didik untuk berkembang dan maju sesuai kemampuan dan minat mereka masing-masing.

Kelemahan

  1. Model ini terlalu mementingkan proses pengertian saja, kurang memperhatikan perkembangan sikap peserta didik.
  2. Peserta didik harus memiliki kematangan dan kesiapan mental. Berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitar dengan baik.
  3. Harus memperhatikan kondisi kelas, jumlah peserta didik, keadaan sekitar kelas, karena akan berakibat pada pencapaian hasil yang kurang memuaskan.

Tinggalkan komentar