Pendekatan Saintifik Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Di Kelas

Calonpendidik.com – Pendekatan saintifik dalam pelaksanaan pembelajaran merupakan pembahasan menarik perhatian dalam dunia pendidikan. Terlebih lagi saat diterapkannya kurikulum 2013, tenaga pendidik dituntut untuk meningkatkan keterampilan dan memperkuat kemampuan dalam memfasilitasi peserta didik.

Pengertian Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik merupakan konsep dasar yang menginspirasi dan melatarbelakangi perumusan metode mengajar dengan menerapkan karakteristik ilmiah. Dalam pembelajaran tidak hanya fokus dalam mengembangkan kompetensi peserta didik untuk melakukan observasi atau eksperimen, namun lebih pada mengembangkan keterampilan berpikir.

Menurut Hosnan (2014), Implementasi kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep atau prinsip melalui tahapan mengamati, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikannya.

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik artinya pembelajaran ini dilakukan secara ilmiah. Sehingga disebut juga pendekatan ilmiah.

Berdasarkan the Nasional Science Education Standards ( Nasional Research Council,1996) dalam proses pembelajaran, peserta didik harus terlibat dalam penyelidikan aktif dengan mengajukan pertanyaan, perencanaan investigasi, mengumpulkan data, menggunakan pengetahuan secara ilmiah dalam memahami data hasil pengamatan, dan mengkomunikasikan hasil temuannya.

Karakteristik Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Didalam kurikulum 2013 menganut pandangan bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik, melainkan harus memiliki kemampuan aktif mencari, mengolah, mengkonstruksi, dan menggunakan pengetahuan.

Sebuah proses pembelajaran yang dilakukan di kelas bisa dipadankan sebagai proses Ilmiah. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat menjawab rasa ingin tahunya melalui proses yang sistematis sebagaimana langkah-langkah ilmiah.

Para saintist juga berproses sebagaimana operasional pendekatan ini, yaitu dengan pengoptimalan penalaran induktif dan deduktif dalam mencari tahu tentang suatu hal. Jika praktik seperti ini diterapkan dalam proses pembelajaran, maka akan membentuk pembiasaan ilmiah yang berkelanjutan.

Adapun karakteristiknya yaitu:

  1. Menerapkan keterampilan proses sains serta mengkonstruksi konsep maupun prinsip
  2. Mengembangkan karakter peserta didik
  3. Berpusat pada peserta didik
  4. Menerapkan proses kognitif yang dapat merangsang perkembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi

Langkah-Langkah 

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang implementasi kurikulum yang menenkankan pada keterampilan proses terdiri atas:

Langkah PembelajaranDeskripsi Kegiatan
Mengamati (observing)Mengamati dengan indra (membaca, mendengar, melihat, menonton, dan sebagainya) dengan atau tanpa alat.
Menanya (questioning)Membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi informasi yang belum dipahami, informasi tambahan yang ingin diketahui atau sebagai klarifikasi.
Mengumpulkan Informasi (eksperimenting)Mengeksplorasi, melakukan eksperimen, mengamati objek/kejadian/aktivitas, membaca sumber selain buku teks, melakukan wawancara dengan narasumber untuk memperoleh data/informasi yang relevan dengan pertanyaan.
Menalar/Mengasosiasi (associating)Mengolah informasi yang telah dikumpulkan, menganalisis data untuk menjawab pertanyaan dan menarik kesimpulan.
Mengkomunikasikan (communicating)Menyajikan laporan dalam bentuk bagan, grafik, atau diagram; Menyusun laporan tertulis; Menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan.

Kesimpulan

Melalui pendekatan saintifik ini diharapkan peserta didik memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Peserta didik menjadi lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif sehingga nantinya bisa sukses menghadapi berbagai persoalan dan tantangan untuk memasuki masa depan yang lebih baik.

 

Tinggalkan komentar