Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry)

 

Model pembelajaran inkuiri – Pengertian, jenis, karakteristik, sintaks, serta kelebihan dan kelemahan model pembelajaran inkuiri  adalah hal yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Model ini sendiri menjadi salah satu jenis model yang banyak diterapkan di kelas.

Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri 

Model Pembelajaran Inkuiri (inquiry) merupakan salah satu model dikurikulum 2013. Inquiry itu sendiri berasal dari kata “to inquire” yang berarti ikut serta atau terlibat didalam mengajukan suatu pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan suatu penyelidikan.

Model ini pertama kali dikembangkan oleh Richard Suchman (1962), dimana dalam proses pembelajaran dia menginginkan peserta didik bertanya mengapa suatu peristiwa dapat terjadi, kemudian menuntun peserta didik sesuai prosedur dan menggunakan pengetahuan dan prinsip umum. Peserta didik melakukan eksperimen, mengumpulkan, dan menganalisis data, sampai peserta didik menemukan jawaban dari pertanyaan mereka.

Suchman dalam Noeng Muhadjir, menyamakan antara inquiry, discovery, dan problem solving. Dimana discovery merupakan asimilasi suatu konsep atau prinsip dengan mengamati lingkungan. Inquiry meliputi discovery, tetapi memiliki tingkat yang lebih tinggi. Dalam inquiry ada proses mental yaitu merumuskan masalah, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, pengumpulan data, menganalisis, serta membuat kesimpulan.

Trianto (2010) mengemukakan, Inkuiri merupakan bagian inti dari pembelajaran yang berbasis kontekstual. Pengetahuan serta keterampilan yang nantinya diperoleh peserta didik bukan hasil mengingat seperangkat teori, tapi hasil dari menemukan sendiri.

Secara sederhana Meador (2010) menyatakan bahwa

inquiry learning is a dynamic approach that involve exploring the world, asking question, making discoveries and rigolously testing those discoveries in the search for new understanding.

Dimana pembelajaran inkuiri merupakan pendekatan yang melibatkan peserta didik untuk menyelidiki , mengajukan pertanyaan, membuat penemuan, menguji hipotesa untuk mendapat pemahaman yang baru.

Berdasarkan uraian diatas dapat kita simpulkan inkuiri merupakan proses pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalama menemukan pemahaman atau pengetahuan baru, mulai dari melakukan pengamatan, mengajukan hipotesis, merencanakan penyelidikan, mengumpulkan data/informasi, melakukan eksperimen, menganalisis data, membuat kesimpulan kemudian mempresentasikan hasil penyelidikan.

Jenis Model Pembelajaran Inkuiri

Free Inquiry

Dimana peserta didik mengidentifikasi dan merumuskan macam masalah yang dipelajari dan dipecahkan. Model inkuiri ini lebih bebas dibandingkan model lainnya. Pada model ini guru memberikan masalah saja, sedangkan prosedur dan pemecahan masalahnya diserahkan kepada peserta didik. Pembelajaran menjadi aktif , namun peserta didik yang berada dibawah standar sulit mengikuti pelajaran dengan baik.

Guided Inquiry

Inkuiri terbimbing, dimana dalam pelaksanaannya guru memberikan bimbingan atau petunjuk kepada peserta didik. Sebagian perencanaan dibuat oleh guru, dimana peserta didik tidak merumuskan suatu masalah. Guru memberikan pengarahan kepada peserta didik dalam melakukan kegiatan. Sehingga, peserta didik yang memiliki kemampuan rendah tetap bisa mengikuti pembelajaran.

Modified Inquiry

Guru hanya memberikan permasalahan melalui pengamatan, percobaan, atau prosedur penelitian untuk memperoleh suatu jawaban. Selain itu, guru merupakan narasumber yang tugasnya hanya memberikan bantuan yang diperlukan oleh peserta didik guna menghindari kegagalan dalam memecahkan masalah. Namun jika peserta didik tidak mengalami kegagalan dan bisa memecahkan masalah, guru hanya bertindak sebagai fasilitator.

Karakteristik Model Pembelajaran Inkuiri

Ada beberapa hal yang menjadi karakteristik utama dalam model pembelajaran inkuiri:

  1. Tujuan penggunaan inkuiri dalam pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan berpikir sistematis, logis dan kritis maupun mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian proses mental peserta didik, sehingga dapat menggunakan kemampuan mereka secara optimal.
  2. Pembelajaran inkuiri menekankan aktivitas peserta didik secara maksimal dalam mencari dan menemukan. Peserta didik tidak hanya menerima begitu saja penjelasan dari guru, tetapi peserta didik harus bisa menemukan sendiri inti dari materi pelajaran.
  3. Peserta didik diarahkan mencari dan menemukan jawaban sendiri, sehingga dapat menumbuhkan sikap percaya diri. Dengan demikian, dalam model ini guru ditempatkan sebagai fasilitator dan motivasi belajar peserta didik.

Sintaks 

Adapun sintaks model pembelajaran inkuiri menurut Syah (2005) yaitu:

FaseAktivitas Guru dan Peserta Didik
Fase 1
Stimulasi atau Pemberian Rangsangan (Stimulation)
Peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungan, dilanjutkan dengan tidak memberi generalisasi, sehingga timbul keinginan untuk melakukan penyelidikan sendiri. Guru dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, maupun aktivitas belajar lainnya yang mengarah untuk persiapan pemecahan masalah.
Fase 2
Identifikasi Masalah (Problem Statement)
Guru memberikan kesempatan peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih kemudian dirumuskan dalam bentuk hipotesis.
Fase 3
Pengumpulan Data (Data Collection)
Peserta didik melakukan kegiatan pengumpulan data untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Kegiatan yang dilakukan berupa membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan eksperimen, dan sebagainya.
Fase 4
Pengolahan Data (Data Processing)
Pada tahap ini informasi yang diperoleh dari bacaan, wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu diolah, diacak, diklasifikasikan, ditabulasi bahkan kalau perlu dihitung dengan cara tertentu dan ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu. Sehingga terbentuk konsep dan generalisasi.
Fase 5
Pembuktian (Verification)
Peserta didik melakukan pembuktian benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan dengan temuan alternatif kemudian dihubungkan dengan hasil pengolahan data.
Fase 6
Penarikan kesimpulan (Generalization)
Peserta didik melakukan penarikan kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil pembuktian.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

  1. Memberikan ruang kepada peserta didik untuk belajar sesuai gaya belajar mereka.
  2. Meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan strategi belajar peserta didik dalam menyelesaikan masalah.
  3. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena model ini menekankan pada perkembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang.
  4. Sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku dengan adanya pengalaman.

Kekurangan

  1. Memerlukan kecerdasan peserta didik yang tinggi untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang efektif.
  2. Proses pembelajaran membutuhkan waktu yang lama dan hasilnya bisa kurang efektif jika pembelajaran diterapkan pada situasi kelas yang kurang mendukung.
  3. Terjadinya perubahan kebiasaan cara belajar peserta didik dari hanya sekedar menerima informasi dari guru.
  4. Untuk kelas dengan jumlah peserta didik yang banyak, dapat merepotkan guru.
  5. Menuntut guru untuk mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagai informasi menjadi motivator, fasilitatot, dan pembimbing peserta didik dalam belajar.

Tinggalkan komentar