Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Calonpendidik.com – Model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) merupakan salah satu model yang mengacu pada kurikulum 2013. Model ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi dari kehidupan nyata peserta didik.

Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) yang diadopsi dari istilah bahasa inggris Problem Based Instruction adalah pembelajaran yang mengajikan masalah yang autentik dan bermakna sebagai konteks bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan dalam menyelesaikan masalah sekaligus berpikir kritis untuk membangun pengetahuan yang baru.

Menurut Robert Delisle,

Problem Based Learning (PBL) works well with all students, making its strategies ideal for heterogeneus classrooms where students with mixed abilities can pool their talents collaboratively to invent a solution. These techniques also lend themselves to an interdisciplinary orientation since answering a problem frequently requires information from several academic areas..Teachers.. say they have seen their students learn more material, understand more ideas, and enjoy school more.

Pembelajaran Berbasis Masalah ini adalah pendekatan yang efektif untuk proses berpikir tingkat tinggi. Dimana peserta didik memproses informasi dan menyusun pengetahuan mereka tentang dunia sosial dan sekitarnya.

Permasalahan yang disajikan dalam Model Problem Based Learning , bukan sekedar permasalahan yang bersifat latihan yang diberikan setelah contoh soal disajikan. Namun permasalahan ini lebih menuntut pada penjelasan atau suatu fenomena. Fokusnya adalah siswa mengidentifikasi masalah kemudian menemukan alternatif penyelesaian masalah tersebut.

Sehingga dapat kita tarik dalam sebuah kesimpulan, Model Pembelajaran Berbasis Masalah adalah suatu model pembelajaran, dimana peserta didik dihadapkan pada suatu masalah yang kontekstual dengan kehidupan mereka untuk memperoleh pengetahuan sehingga dapat menyelesaikan masalah tersebut sesuai dengan pengalamannya.

Karakteristik Model Pembelajaran Berbasis Masalah

  1. Pembelajaran dimulai dengan sebuah masalah
  2. Masalah yang diberikan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik
  3. Mengorganisasikan pelajaran di seputar masalah, bukan di seputar disiplin ilmu
  4. Peserta didik diberikan tanggung jawab dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka
  5. Penyelidikan autentik, artinya peserta didik mencari penyelesaian nyata terhadap masalah tersebut.
  6. Peserta didik dituntut untuk mendemonstrasikan yang telah mereka pelajari dalam suatu produk atau kinerja, yang akan membentuk keterampilan dari peserta didik.

Pembelajaran Berbasis Masalah ini dimana peserta didik berlatih menggunakan bahkan mengembangkan keterampilan mereka dalam menyelesaikan masalah, baik secara interpersonal, maupun kelompok.

Model ini mengutamakan proses belajar, dimana guru harus memfokuskan diri untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan dan kemampuan mereka dalam mempelajari dan memahami pelajaran.

Sintaks atau Langkah-Langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Proses pembelajaran diawali dengan aktivitas peserta didik untuk menyelesaikan masalah yang disepakati atau ditentukan. Proses penyelesaian masalah berimplikasi terhadap terbentuknya keterampilan peserta didik untuk menyelesaikan masalah sehingga membentuk pengetahuan yang baru.


Tahap

Aktivitas Guru dan Peserta Didik
Tahap 1
Mengorientasikan Terhadap Masalah
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan alat dan bahan yang diperlukan, memberikan motivasi kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam aktivitas pemecahan masalah, dan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik.
Tahap 2
Mengorganisasi Peserta Didik
Guru membagi peserta didik dalam kelompok, membantu peserta didik mendefenisikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang
sudah diorientasi pada tahap sebelumnya,
Tahap 3
Membimbing Penyelidikan Individual
maupun Kelompok
Pada tahap ini guru mendorong peserta didik untuk
mengumpulkan informasi, melaksanakan eksperimen maupun penyelidikan untuk memperoleh informasi dan pemecahan masalah
Tahap 4
Mengembangkan dan Menyajikan
Hasil
Guru membantu peserta didik dalam merencanakan karya
sesuai dengan hasil pemecahan masalah baik dalam
bentuk laporan, dokumentasi, atau model
Tahap 5
Menganalisis dan Mengevaluasi
Proses dan Hasil Pemecahan Masalah
Pada tahap ini guru membantu peserta didik dalam
melakukan refleksi maupun evaluasi terhadap proses
maupun hasil penyelidikan mereka.

Kelebihan dan Kekurangan 

Menurut Trianto (2010) kelebihan dan kekurangan Model Pembelajaran Berbasis Masalah yaitu:
Kelebihan 

  1. Meningkatkan kemampuan Problem Solving Peserta Didik
  2. Sesuai dengan kehidupan sehari-hari Peserta Didik
  3. Menumbuhkan sifat Inquiry
  4. Konsep sesuai dengan kebutuhan Peserta Didik

Kekurangan 

  1. Sering terjadinya miss konsepsi
  2. Membutuhkan persiapan pembelajaran (alat, problem, konsep) yang kompleks
  3. Sulit dalam mencari masalah yang relevan
  4. Membutuhkan waktu yang relatif lama

Tinggalkan komentar