Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)

model pembelajaran berbasis proyek

Calonpendidik.com – Model Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan proses pembelajaran di kelas yang inovatif. Model ini pun merupakan salah satu model yang terdapat di kurikulum 2013.

Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pembelajaran Berbasis Proyek atau biasa juga disebut (Project Based Learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media pembelajaran. Dalam pelaksanaan model ini peserta didik dilibatkan dalam kegiatan pemecahan masalah.

Masalah menjadi langkah awal untuk mengumpulkan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman dalam beraktifitas secara nyata. Pembelajaran ini dirancang untuk digunakan pada permasalahan kompleks yang tentunya diperlukan peserta didik dalam menginvestigasi dan memahaminya.

Van Cleave dalam Tinenti (2011) menyatakan bahwa:

A science project is an investigation using the scientific method to discover the answer to a scientific problem.

Dapat diartikan, proyek ilmiah merupakan penyelidikan yang menggunakan langkah-langkah metode ilmiah dalam mengemukakan jawaban atas suatu masalah. Berdasarkan pengertian tersebut bahwa model ini mensyaratkan penguasaan keterampilan ilmiah.

Dalam Padiya (2008), Model Pembelajaran Berbasis Proyek adalah suatu model yang dalam pelaksanaannya menginginkan peserta didik untuk menguasai keterampilan proses dan penerapannnya dalam kehidupan, sehingga menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Memberi peluang kepada peserta didik untuk bekerja secara mandiri dan menghasilkan produk yang nyata dan bernilai.

Karakteristik Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Dalam proses pembelajaran tidak hanya menekankan pada pemahaman peserta didik terhadap prosedur ilmiah, tapi lebih pada melakukan perencanaan, perancangan, pelaksanaan, serta pelaporan. Adapun karakteristik atau ciri-ciri model PjBL ini yaitu:

  1. Dalam pelaksanaanya peserta didik melakukan perencanaan, dengan membuat keputusan dan membuat kerangka kerja terhadap masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya.
  2. Melakukan perancangan untuk mencapai hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
  3. Pelaksanaan penyelidikan, dimana peserta didik melakukan penyelidikan sesuai dengan yang telah dirancang untuk mendapatkan dan mengolah informasi yang telah dikumpulkan, melakukan evaluasi secara kontinyu, dan kembali melihat, apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau tidak.
  4. Melakukan pelaporan hasil akhir berupa produk yang telah dievaluasi kualitasnya baik secara tertulis maupun lisan.
Baca Juga  Model Pembelajaran Argument Driven Inquiry - Pengertian, Sintaks, Serta Keunggulan

Dengan demikian peran guru hanya sebagai fasilitator, pelatih, penasehat, motivator untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan imajinasi, kreasi dan inovasi peserta didik. Hal yang perlu kita ingat bahwa model ini membutuhkan sumber daya lebih, ketersediaan waktu yang banyak, serta kesiapan guru dalam memberikan instruksi pembelajaran.

Tahapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Adapun tahapan atau langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek yaitu sebagai berikut:

Perencanaan

Pada tahap ini guru menetapkan tema proyek, menetapkan konsep belajar, merencanakan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan oleh peserta didik sesuai dengan realtias dunia nyata agar topik yang diangkat relevan untuk para peserta didik.

Perancangan

Guru memproses aktivitas yang dilakukan peserta didik. Dalam hal kegiatan yang dilakukan peserta didik yaitu pembuatan sketsa, menetapkan teknik analisis data dan mengembangkan prototipe, sebagai rancangan awal dalam melakukan penelitian terhadap masalah yang diperoleh.

Pelaksanaan

Kegiatan guru adalah mengawasi peserta didik dalam menerapkan aktivitas untuk menyelesaikan proyek. Sedangkan peserta didik mengerjakan proyek sesuai dengan sketsa, menguji langkah-langka yang telah ditetapkan, mengevaluasi dan merevisi hasil yang diperoleh, melakukan daur ulang pada proyek, serta mengklasifikasi hasil terbaik.

Pelaporan

Melakukan penilaian laporan proyek penyelidikan ilmiah yang telah dikerjakan peserta didik baik secara tertulis maupun secara lisan. Dan yang dilakukan oleh peserta didik adalah menyusun laporan hasil penyelidikan ilmiah secara tertulis dan mempresentasikannya.

Kelebihan dan Kelemahan 

Kelebihan

  1. Membangun keterampilan yang kokoh dan bermakna.
  2. Memperluas pengetahuan peserta didik melalui kegiatan belajar dengan perencanaan atau investigasi dengan hasil atau jawaban yang tidak ditetapkan sebelumnya.
  3. Memberikan pengalaman nyata dan negosiasi kognitif antarpersonal yang berlangsung secara kolaboratif.

Kelemahan

  1. Kesiapan dari peserta didik yang masih rendah, terutama keseriusan dalam melaksanakan proyek pembelajaran yang telah ditentukan.
  2. Orang tua peserta didik merasa dirugikan terkait dengan bertambahnya uang saku anaknya.
  3. Pembelajaran ini membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks.
  4. Menjadi transisi yang sulit untuk guru yang sudah merasa nyaman dengan model yang tradisional.
  5. Peralatan yang disediakan banyak, sehingga butuh sumber daya yang banyak pula.
Baca Juga  Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry)
Scroll to Top
Open chat
Hallo, Kami siap membantu masalah Anda.