Quantum Teaching dalam Pembelajaran

Calonpendidik.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas pengertian, prinsip, kerangka, kelebihan dan kelemahan quantum teaching. Penciptaan minat, adanya keterlibatan penuh, serta terciptanya makna, pemahaman dan nilai pada diri peserta didik, dapat diperoleh dengan memilih media atau metode yang sesuai.

Pengertian Quantum Teaching

Quantum adalah istilah yang sering kita temukan dalam ilmu fisika, kini menjadi populer dengan munculnya istilah quantum learning, quantum teaching, quantum business. Jika diartikan quantum itu sendiri merupakan interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.

Menurut Bobbi De Porter, Quantum teaching adalah konsep yang menguraikan cara-cara baru untuk memudahkan proses pembelajaran, lewat pemaduan seni dan pencapaian terarah, apapun mata pelajaran yang akan diajarkan.

Colin Rose juga mengatakan Quantum teaching merupakan panduan praktis dalam mengajar yang mengakomodasi setiap bakat peserta didik. Pembelajaran ini sarat dengan penemuan-penemuan yang tentunya menimbulkan antusiasme peserta didik.

Adapun asas dari Quantum Teaching yaitu:

Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka.

Hal ini menjadi pengingat pada kita sebagai pendidik atau guru tentang pentingnya memasuki dunia peserta didik sebagai langkah awal. Karena dengan memasuki dunia mereka, artinya memberikan izin untuk memimpin, menuntun, membimbing perjalanan mereka menuju pada ilmu pengetahuan maupun kesadaran yang lebih luas.

Inilah yang menjadi asas utama atau alasan dasar di balik segala model, strategi, dan keyakinan quantum teaching.

Prinsip-Prinsip Quantum Teaching

Bobbi De Porter, bahwa pembelajaran ini memiliki lima prinsip atau bisa juga dikatakan kebenaran tetap, yaitu sebagai berikut:

  1. Segalanya bertujuan. Dalam hal ini segala yang terjadi dalam penggubahan kita, harus memiliki tujuan. Kathy Wagone memberikan istilah motivasi bahwa tetapkanlah sasaran atau tujuan agar peserta didik dapat berprestasi setiap harinya.
  2. Pengalaman sebelum pemberian nama. Artinya bahwa dalam pemberian materi pelajaran terlebih dahulu disesuaikan dengan pengalaman yang pernah dialami peserta didik sehingga dengan mudah dapat memahami materi yang diajarkan.
  3. Segalanya berbicara. Tingkah laku yang dilakukan oleh guru merupakan salah satu cara agar dapat berinteraksi dengan peserta didik sehingga dapat menangkap secara cepat apa yang diajarkan.
  4. Akui setiap usaha. Setiap hal yang dilakukan peserta didik, apapun hasil mereka tetap layak untuk diberikan penghargaan, hal ini akan memberikan mereka motivasi dalam belajar.
  5. Jika layak dipelajari, layak pula dirayakan. Artinya bahwa perayaaan ini merupakan umpan balik untuk meningkatkan kemajuan dan minat dalam belajar. Dryden berpesan, ingatlah selalu untuk merayakan setiap keberhasilan.

Kerangka Rancangan BelajarĀ 

Dalam pengaplikasian quantum teaching mempunyai kerangka rancangan belajar yang dikenal dengan istilah “TANDUR” merupakan singkatan dari Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, dan Rayakan. Berikut ini penjelasan pengertian tersebut.

a. Tumbuhkan

Tumbuhkan dalam hal ini menumbuhkan minat peserta didik terhadap pembelajaran yang dilakukan. Pada tahap ini melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tumbuhkan di sini berperan sangat penting karena di tahap ini mengajak mereka kedunia kita sebagai pendidik, dan mengantarkan dunia kita ke dalam dunia mereka.

Pada tahap ini guru dituntut untuk bisa menyiapkan sebuah kejadian atau peristiwa yang menarik untuk dapat mengundang minat peserta didik agar bisa memberikan perhatian mereka kepada kita.

b. Alami

Pada tahap ini guru menciptakan atau memberikan mereka pengalaman belajar langsung. Melalui pembelajaran langsung ini memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan awal yang dimiliki.

Mereka dapat mengingatnya secara terus menerus karena sistem belajar ini dapat masuk ke dalam Long Term Memori mereka. Tahap ini dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan.

c. Namai

Dengan memberikan konsep, model, strategi atas pengalaman yang telah diperoleh. Ketika peserta didik hanya diberikan penjelasan materi secara intengible tanpa dijelaskan materi apa yang mereka dapat, maka jadinya akan kebingungan.

Proses penamaan dibangun dengan pengetahuan awal dan keingintahuan peserta didik. Melalui pemberian nama ini setelah pengalaman akan memberikan kesan bermakna pada mereka. Dalam pemberian penamaan dapat menggunakan gambar, kertas tulis, poster, dan lain sebagainya.

d. Demonstrasi

Memberikan kesempatan dalam mempraktikkan apa yang telah diterima oleh peserta didik ke dalam kehidupan mereka. Semakin banyak memberikan kesempatan peserta didik melakukan demonstrasi, maka mereka akan semakin paham terhadap materi yang diajarkan.

e. Ulangi

Dengan melakukan pengulangan atau review terhadap proses pembelajaran di kelas, akan memperkuat koneksi saraf sehingga memperkuat struktur kognitif peserta didik. Semakin sering melakukan pengulangan maka pengetahuan itu akan menjadi mendalam. Karena boleh jadi ada beberapa materi yang mungkin kurang dimengerti atau dipahami oleh peserta didik.

f. Rayakan

Pemberian penghargaan atau pengakuan hasil kerja peserta didik dalam hal perolehan keterampilan dan pengetahuan. Sekecil apapun pengakuan yang kita memberikan itu akan sangat berkesan dimata mereka. Bisa dilakukan dengan pujian, tepuk tangan, atau menyanyi bersama.

Kelebihan dan KelemahanĀ 

Adapun kelebihan dan kelemahan model ini, adalah sebagai berikut:

a. Kelebihan

  1. Pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan
  2. Guru akan terbiasa berpikir kreatif, karena dalam merangsang keingin tahuan peserta didik untuk belajar membutuhkan kreativitas.
  3. Proses pembelajaran akan muda diterima dan dimengerti peserta didik sehingga menjadi lebih bermakna.
  4. Peserta didik dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan teori dengan kenyataan, kemudian bisa mencoba melakukan eksperimen secara mandiri.

b. Kelemahan

  1. Pemberian perayaan berupa tepuk tangan, bernyanyi, dan lain sebagainya bisa saja mengganggu kelas lain yang juga sedang belajar.
  2. Memerlukan waktu yang banyak dalam persiapan.
  3. Pembelajaran ini memerlukan ketelitian dan kesabaran, ketika mengabaikan hal tersebut apa yang diharapkan tidak tercapai dengan semestinya.
  4. Membutuhkan keterampilan guru yang memadai karena tanpa didukung dengan hal itu, pembelajaran menjadi tidak efektif.
  5. Peralatan, media, tempat, harus tersedia dengan baik.

Satu pemikiran pada “Quantum Teaching dalam Pembelajaran”

Tinggalkan komentar